Home | About | Blog

Artikel

Mengenalkan Si Kecil Pada Lingkungan Sekitar

Mengenalkan Si Kecil Pada Lingkungan Sekitar
Mengenalkan si kecil dengan lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Selain sebagai sarana refreshing ...

info

Tahap Perkembangan Bahasa Anak

Tahap Perkembangan Bahasa Anak
· Lahir – 2 bulan : Menangis ketika lapar, mengikuti arah suara  · 2 – 6 bulan :Berceloteh, tertawa, ...

Tips

8 Cara Mudah Berkomunikasi Dengan Bayi

8 Cara Mudah Berkomunikasi Dengan Bayi
Berbicara dengan bayi atau anak tidaklah mudah, namun hal itu bisa dipelajari. Berikut siasat agar bisa ngobrol dengan si kecil : Jadilah pendengar ...

Tahap Perkembangan Bahasa Anak

Posted by in Wednesday, December 09th 2009


· Lahir – 2 bulan :

Menangis ketika lapar, mengikuti arah suara

 

· 2 – 6 bulan :

Berceloteh, tertawa, berteriak riang, mengeluarkan suara-suara lucu

 

· 7 – 12 bulan :

Mengucapkan ’ba’, ’da’, ’ka’ dengan jelas, mengulang beberapa suku kata, mulai mengerti kata ’tidak’, mengikuti instruksi sederhana seperti ’bye-bye’ atau main ’ciluk baa’

 

· 12 – 18 bulan :

Mengucapkan dua-tiga patah kata bermakna, menunjuk objek-objek yang dilihat di buku dan dijumpainya setiap hari, mengucapkan dan meniru kata yang sederhana dan sering didengarnya dan mengekspresikannya, menghasilkan kurang lebih 10 kata yang bermakna


Manfaat Bergaul Buat Si Kecil

Posted by in Thursday, November 05th 2009


Manfaat Bergaul buat si kecil

  • Mengasah kemampuan bersosialisasi dengan orang lain. Dengan bertemu banyak orang baru dan juga teman sebaya, melatih anak untuk berkomunikasi dan bersosialisasi
  • Menempa kemampuan berbahasa. Dengan kuantitas percakapan yang cukup, maka banyak kosa kata baru yang akan didapat anak. Semakin lama semakin kayalah perbendaharaan katanya. Bahkan semakin mempercepat kemampuan bicaranya.
  • Mengasah kecerdasan alam. Dengan aktivitas jalan pagi, mengamati pohon, bunga, tanaman, dan binatang di sekitarnya.
  • Melatih keterampilan visual. Anak anak mengenal arah kanan dan kiri, jalan menuju rumah atau rumah temannya, juga tata letak lingkungan sekitarnya.

Mengenalkan Si Kecil Pada Lingkungan Sekitar

Posted by in Thursday, November 05th 2009


Mengenalkan si kecil dengan lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Selain sebagai sarana refreshing dan mencari udara segar, keluar rumah dapat menjadi ajang mengasah kemampuan sosialnya.

 

Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengajak si kecil keluar rumah :

  • Cek dulu kondisi si kecil, apakah dia fit atau tidak. Jika anak menunjukkan tanda-tanda agak sakit, sebaiknya ditunda dulu keinginan untuk mengajaknya keluar rumah.
  • Lengkapi anak dengan pakaian yang nyaman, bila perlu pakaikan topi atau selimut bila udara terasa berangin atau terlalu dingin.
  • Pilih waktu yang tepat untuk keluar rumah, misalnya pagi hari saat matahari bersinar hangat atau sore hari sehabis mandi yang cukup sejuk bagi anak.
  • Pilih sarana yang paling nyaman untuk anak dan orang tua/pengasuh dengan gendongan atau kereta.

 

Untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya si kecil membutuhkan kepercayaan. Tanpa adanya rasa percaya, sulit bagi si kecil untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Kemampuan motorik si kecil yang makin berkembang sudah dapat berjalan, bahkan mengendarai sepeda roda tiga/empat, memungkinkannya untuk berinteraksi dengan teman sebaya atau diatasnya.

 

Melatih Balita Mandiri

Posted by in Thursday, October 22nd 2009

Sikap mandiri sudah dapat dibiasakan sejak anak masih kecil. Mulai dari memakai pakaian sendiri, menalikan sepatu atau bermacam pekerjaan-pekerjaan kecil sehari-hari lainnya. Kedengarannya mudah, namun dalam prakteknya pembiasaan ini seringkali banyak hambatannya. Tidak jarang orang tua merasa tidak tega atau justru tidak sabar melihat si kecil yang berusaha menalikan sepatunya selama beberapa menit, namun belum juga memperlihatkan hasilnya.

Memang masalah yang dihadapi anak sehari-hari dapat dengan mudah diatasi dengan adanya campur tangan orang tua. Namun cara ini tentunya tidak akan membantu anak untuk menjadi mandiri. Ia akan terbiasa tergantung kepada orang tua apabila menghadapi persoalan atau hal-hal yang kecil sekalipun.

Ada beberapa upaya yang dapat dilakukan orang tua untuk melatih dan membiasakan balita menjadi mandiri :

Menjadi Sahabat Si Kecil

Posted by in Monday, October 12th 2009

Orang tua merupakan sosok yang paling dekat dengan anak, sehingga biasanya orang tua menjadi figur lekat sedekat sahabat bagi anak. Hubungan kelekatan berkembang melalui pengalaman bayi dengan pengasuhan di tahun-tahun awal kehidupannya.

 

Sebagian besar anak telah membentuk kelekatan dengan pengasuh utama pada usia sekitar delapan bulan dengan proporsi 50% pada ibu, 33% pada ayah dan sisanya pada orang lain. Kelekatan bukanlah ikatan yang terjadi secara alamiah. Ada serangkaian proses yang harus dilalui untuk membentuk kelekatan tersebut.

 

Seorang anak dikatakan lekat, jika memiliki cirri-ciri :

  • Mempunyai kelekatan fisik dengan seseorang (menempel, gendong)
  • Cemas bila berpisah dengan figur lekatnya
  • Menjadi gembira dan lega bila figur lekatrnya kembali
  • Berorientasi pada figur lekat walaupun tidak melakukan interaksi. Anak memperhatikan gerakan, suara dan sebisa mungkin menarik perhatian figur lekatnya.

VAKSIN KOMBO

Posted by in Monday, September 14th 2009


Lazimnya, seorang anak akan mendapatkan imunisasi sebanyak 13 kali dengan jadwal terpisah, sebelum usianya menginjak 5 tahun. Tapi belakangan ada alternative pemberian beberapa jenis vaksin digabung jadi satu suntikan. Imunisasi alternative ini dikenal dengan vaksin kombinasi atau vaksin kombo. Vaksin kombo adalah gabungan beberapa jenis virus atau bakteri menjadi satu jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda. Praktisnya, pemberian vaksin ini cukup dilakukan dalam satu suntikan saja. Vaksin ini telah mendapat persetujuan dari pemerintah masing-masing Negara.

Jenis Vaksin Kombo

 

Vaksin kombinasi yang tertua adalah DPT. Dari penggabungan vaksin DPT yang terbukti aman ini, kemudian timbul ide menggabungkan beberapa vaksin lainnya. Maka jadilah penggabungan vaksin DPT dengan vaksin lainnya. Misalnya, DPT + Hepatitis B, DPT + Hib (Haemophilus Influenzae tipe B) dan sebagainya.

 

Mengenal Vaksin Yang Diperlukan Anak

Posted by in Monday, September 14th 2009


  • HEPATITIS B

Penyakit ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kerusakan hati, bahkan kanker hati. Imunisasi ini diberikan tiga kali dengan jadwal tergantung dari kesepakatan dokter. Yang pasti, imunisasi kedua harus diberikan setelah 1-2 bulan imunisasi pertama dan yang ketiga diberikan selang 5 bulan kemudian.

 

  • BCG (Bacillus Calmette Guerin)

Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit Tuberculosis (TBC). Pemberian hanya satu kali yaitu pada saat bayi berusia 1 bulan atau segera setelah lahir. Dibekas suntikan akan muncul bintik seperti bisul kecil yang nantinya akan mongering. Bila tidak ada bisul, maka suntikan tersebut gagal dan harus diulang kembali. Penanggulangannya bisa kapan saja, sebelum si kecil berusia setahun.

 

Mengatasi Anak Yang Suka Nonton TV

Posted by in Saturday, September 12th 2009


Buah hati Anda senang menonton Televisi? Bayi yang baru berusia beberapa bulan pun setelah matanya bisa melihat dengan jelas senang melihat televisi. Apalagi bagi bayi diatas satu tahun. Buat anak, teve seolah menjadi jendela untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Dengan sinar yang berwarna-warni dan gambar-gambar yang bermacam-macam.

 

Namun sebagai orang tua kita patut waspada, karena ternyata televisi menyimpan beragam masalah buat anak. Salah satunya adalah ancaman kerusakan pada mata. Sekarang jumlah pemakai kacamata anak-anak relatif meningkat.

Sinar biru (blue light) inilah yang dituding sebagai penyebab utama kerusakan pada mata anak. Sinar biru adalah sinar dengan panjang gelombang 400-500 nano meter pada spektrum sinar yang masih dapat diterima oleh mata. Secara alamiah, sinar biru dipancarkan oleh matahari. Namun kemajuan teknologi seperti televisi, komputer serta lampu neon juga punya andil terhadap kian menyebarnya blue light di tengah masyarakat.

 

[break]read more{/break}

Kenapa bayi dan anak rentan? Karena masih tahap perkembangan, tingkat kejernihan mata anak lebih besar dibanding orang dewasa. Akibatnya lebih besar pula sinar biru ditangkap retina mata anak. Pada jangka pendek, sinar biru yang mengalami oksidasi itu bisa mengganggu kerja retina.

Untuk menjauhkan anak dari televisi tentu tidak mudah dilakukan, apalagi melarang untuk tidak bermain games. Bagaimana cara mengatasinya? Pertama, orang tua jangan bosan mengingatkan anak untuk tidak menonton televisi terlalu dekat atau terlalu lama. Kedua, anak sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan zat lutein. Yaitu nutrisi senyawa karotenoid yang banyak ditemukan pada sayuran berwarna kuning jingga (wortel), sayuran berwarna hijau (brokoli), dan buah berwarna merah dan kuning jingga (tomat, arbei, semangka dan mangga), serta ASI.

Kecukupan lutein pada makanan membantu menjamin perkembangan mata yang sehat pada bayi dan anak. Kadar lutein yang paling tinggi terdapat pada ASI. Semakin lama bayi mendapat ASI, akan semakin terjamin kesehatan dan perkembangan matanya.

 

Cara Melatih Kecerdasan Anak

Posted by in Thursday, September 03rd 2009

 

  • Kecerdasan Musikal, kecerdasan yang berkaitan dengan musik. Anak dengan gampang mengikuti lagu atau tidak segan-segan menari mengikuti lagu di setiap kesempatan.

Cara melatihnya :

Ajaklah anak mendengarkan musik, bernyanyi dan mengikuti irama dengan tepuk tangan. 

  • Kecerdasan Interpersonal (Sosial), kecerdasan yang berkaitan dengan kemampuannya menjalin hubungan dengan orang lain atau lingkungannya. Misalnya, anak bisa beradaptasi dan bekerja sama dengan teman-teman, guru dan orang lain yang lebih tua.

Cara melatihnya :
Doronglah anak agar selalu punya waktu untuk bermain dengan anak lain yang sebaya, lebih tua ataupun lebih muda. Saling berbagi kue, meminjamkan sesuatu dan bekerja sama membuat sesuatu. Saat dia kalah dalam sebuah permainan misalnya, dia akan belajar bagaimana berlapang dada menghadapi kekalahan dan bersikap pada teman yang menang.
 

Jenis-Jenis Kecerdasan Yang Perlu Dikembangkan

Posted by in Thursday, September 03rd 2009

Selain ngobrol, stimulasi terbaik buat si kecil adalah mengajaknya bermain secara kreatif. Semua anak pada dasarnya memiliki potensi kecerdasan, tergantung pada stimulasi, lingkungan dan nutrisi yang mendukungnya. Tanpa stimulasi kerapkali potensi sang anak tidak berkembang sempurna. Ibaratnya, bisa saja seorang anak sebetulnya memiliki potensi kecerdasan satu gelas, namun karena kurang stimulasi dan nutrisi, kecerdasan yang muncul akhirnya hanya sepertiga gelas saja.

 

Perlu diingat, kecerdasan tidak cuma ukuran IQ, itu hanya mengukur sebagian kecil dari otak manusia. Otak manusia jauh lebih kompleks dari yang diukur. Tidak mengherankan bila sering kali kita jumpai orang-orang ber-IQ tinggi tapi sulit berprestasi. Sebaliknya, ada orang dengan IQ yang sedang-sedang saja namun bisa berprestasi dengan bagus.

 

Menurut teori Howard Gardner, setiap orang memiliki kecerdasan yang terdiri dari sembilan aspek kecerdasan majemuk (multiple intelligence). Sembilan kecerdasan itu adalah kecerdasan musical ritmis, interpersonal (social), intrapersonal, verbal-linguistik, logika-matematika, visual-spasial, kinestik tubuh, alam dan moral.