Hello world!
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!
Welcome to WordPress. This is your first post. Edit or delete it, then start blogging!

· Lahir – 2 bulan :
Menangis ketika lapar, mengikuti arah suara
· 2 – 6 bulan :
Berceloteh, tertawa, berteriak riang, mengeluarkan suara-suara lucu
· 7 – 12 bulan :
Mengucapkan ’ba’, ’da’, ’ka’ dengan jelas, mengulang beberapa suku kata, mulai mengerti kata ’tidak’, mengikuti instruksi sederhana seperti ’bye-bye’ atau main ’ciluk baa’
· 12 – 18 bulan :
Mengucapkan dua-tiga patah kata bermakna, menunjuk objek-objek yang dilihat di buku dan dijumpainya setiap hari, mengucapkan dan meniru kata yang sederhana dan sering didengarnya dan mengekspresikannya, menghasilkan kurang lebih 10 kata yang bermakna
Manfaat Bergaul buat si kecil
Mengenalkan si kecil dengan lingkungan sekitar dapat menjadi salah satu aktivitas yang menyenangkan bagi anak. Selain sebagai sarana refreshing dan mencari udara segar, keluar rumah dapat menjadi ajang mengasah kemampuan sosialnya.
Hal-hal yang perlu diperhatikan ketika mengajak si kecil keluar rumah :
Untuk dapat berinteraksi dengan lingkungan sekitarnya si kecil membutuhkan kepercayaan. Tanpa adanya rasa percaya, sulit bagi si kecil untuk berinteraksi dan bersosialisasi dengan orang lain. Kemampuan motorik si kecil yang makin berkembang sudah dapat berjalan, bahkan mengendarai sepeda roda tiga/empat, memungkinkannya untuk berinteraksi dengan teman sebaya atau diatasnya.
Sikap mandiri sudah dapat dibiasakan sejak anak masih kecil. Mulai dari memakai pakaian sendiri, menalikan sepatu atau bermacam pekerjaan-pekerjaan kecil sehari-hari lainnya. Kedengarannya mudah, namun dalam prakteknya pembiasaan ini seringkali banyak hambatannya. Tidak jarang orang tua merasa tidak tega atau justru tidak sabar melihat si kecil yang berusaha menalikan sepatunya selama beberapa menit, namun belum juga memperlihatkan hasilnya.
Memang masalah yang dihadapi anak sehari-hari dapat dengan mudah diatasi dengan adanya campur tangan orang tua. Namun cara ini tentunya tidak akan membantu anak untuk menjadi mandiri. Ia akan terbiasa tergantung kepada orang tua apabila menghadapi persoalan atau hal-hal yang kecil sekalipun.
Orang tua merupakan sosok yang paling dekat dengan anak, sehingga biasanya orang tua menjadi figur lekat sedekat sahabat bagi anak. Hubungan kelekatan berkembang melalui pengalaman bayi dengan pengasuhan di tahun-tahun awal kehidupannya.
Sebagian besar anak telah membentuk kelekatan dengan pengasuh utama pada usia sekitar delapan bulan dengan proporsi 50% pada ibu, 33% pada ayah dan sisanya pada orang lain. Kelekatan bukanlah ikatan yang terjadi secara alamiah.
Seorang anak dikatakan lekat, jika memiliki cirri-ciri :
Lazimnya, seorang anak akan mendapatkan imunisasi sebanyak 13 kali dengan jadwal terpisah, sebelum usianya menginjak 5 tahun. Tapi belakangan ada alternative pemberian beberapa jenis vaksin digabung jadi satu suntikan. Imunisasi alternative ini dikenal dengan vaksin kombinasi atau vaksin kombo. Vaksin kombo adalah gabungan beberapa jenis virus atau bakteri menjadi satu jenis produk antigen untuk mencegah penyakit yang berbeda. Praktisnya, pemberian vaksin ini cukup dilakukan dalam satu suntikan saja. Vaksin ini telah mendapat persetujuan dari pemerintah masing-masing Negara.
Jenis Vaksin Kombo
Vaksin kombinasi yang tertua adalah DPT. Dari penggabungan vaksin DPT yang terbukti aman ini, kemudian timbul ide menggabungkan beberapa vaksin lainnya. Maka jadilah penggabungan vaksin DPT dengan vaksin lainnya. Misalnya, DPT + Hepatitis B, DPT + Hib (Haemophilus Influenzae tipe B) dan sebagainya.
Penyakit ini sangat berbahaya dan bisa menyebabkan kerusakan hati, bahkan kanker hati. Imunisasi ini diberikan tiga kali dengan jadwal tergantung dari kesepakatan dokter. Yang pasti, imunisasi kedua harus diberikan setelah 1-2 bulan imunisasi pertama dan yang ketiga diberikan selang 5 bulan kemudian.
Vaksin ini diberikan untuk mencegah penyakit Tuberculosis (TBC). Pemberian hanya satu kali yaitu pada saat bayi berusia 1 bulan atau segera setelah lahir. Dibekas suntikan akan muncul bintik seperti bisul kecil yang nantinya akan mongering. Bila tidak ada bisul, maka suntikan tersebut gagal dan harus diulang kembali. Penanggulangannya bisa kapan saja, sebelum si kecil berusia setahun.
Buah hati Anda senang menonton Televisi? Bayi yang baru berusia beberapa bulan pun setelah matanya bisa melihat dengan jelas senang melihat televisi. Apalagi bagi bayi diatas satu tahun. Buat anak, teve seolah menjadi jendela untuk memenuhi rasa ingin tahunya. Dengan sinar yang berwarna-warni dan gambar-gambar yang bermacam-macam.
Namun sebagai orang tua kita patut waspada, karena ternyata televisi menyimpan beragam masalah buat anak. Salah satunya adalah ancaman kerusakan pada mata. Sekarang jumlah pemakai kacamata anak-anak relatif meningkat.
Sinar biru (blue light) inilah yang dituding sebagai penyebab utama kerusakan pada mata anak. Sinar biru adalah sinar dengan panjang gelombang 400-500 nano meter pada spektrum sinar yang masih dapat diterima oleh mata. Secara alamiah, sinar biru dipancarkan oleh matahari. Namun kemajuan teknologi seperti televisi, komputer serta lampu neon juga punya andil terhadap kian menyebarnya blue light di tengah masyarakat.
[break]read more{/break}
Kenapa bayi dan anak rentan? Karena masih tahap perkembangan, tingkat kejernihan mata anak lebih besar dibanding orang dewasa. Akibatnya lebih besar pula sinar biru ditangkap retina mata anak. Pada jangka pendek, sinar biru yang mengalami oksidasi itu bisa mengganggu kerja retina.
Untuk menjauhkan anak dari televisi tentu tidak mudah dilakukan, apalagi melarang untuk tidak bermain games. Bagaimana cara mengatasinya? Pertama, orang tua jangan bosan mengingatkan anak untuk tidak menonton televisi terlalu dekat atau terlalu lama. Kedua, anak sebaiknya banyak mengkonsumsi makanan dengan kandungan zat lutein. Yaitu nutrisi senyawa karotenoid yang banyak ditemukan pada sayuran berwarna kuning jingga (wortel), sayuran berwarna hijau (brokoli), dan buah berwarna merah dan kuning jingga (tomat, arbei, semangka dan mangga), serta ASI.
Kecukupan lutein pada makanan membantu menjamin perkembangan mata yang sehat pada bayi dan anak. Kadar lutein yang paling tinggi terdapat pada ASI. Semakin lama bayi mendapat ASI, akan semakin terjamin kesehatan dan perkembangan matanya.

Cara melatihnya :
Ajaklah anak mendengarkan musik, bernyanyi dan mengikuti irama dengan tepuk tangan.
Cara melatihnya :
Doronglah anak agar selalu punya waktu untuk bermain dengan anak lain yang sebaya, lebih tua ataupun lebih muda. Saling berbagi kue, meminjamkan sesuatu dan bekerja sama membuat sesuatu. Saat dia kalah dalam sebuah permainan misalnya, dia akan belajar bagaimana berlapang dada menghadapi kekalahan dan bersikap pada teman yang menang.