Home | About | Blog

Uncategorized's Articles

Pola Tidur Bayi Usia 6 – 12 Bulan

Posted by in Sunday, July 12th 2009

Di saat ini, Anda tidak lagi terlalu direpotkan oleh kebiasaan tidur si kecil yang tidak teratur. Lanjutkan kebiasaan Anda menyusui pada jam yang sama setiap malam dan membaringkannya ke tempat tidur saat si kecil masih belum tidur. Di awal-awal ia biasanya akan menangis ketika Anda tidak lagi menimang-nimangnya. Tapi secara bertahap kebiasaan itu akan berhenti juga. Jika pada saat pertama Anda melakukan itu ia tetap saja menangis tanpa henti, lakukan saja lagi kebiasaan lama Anda untuk menidurkannya, dan kemudian mencobanya lagi keesokan hari sampai ia terbiasa.

 

Pada saat berusia 9 bulan, bayi umumnya tidur selama 11-14 jam pada malam hari,  dan tidur siang dua kali sehari selama satu atau dua jam. Jika bayi Anda masih belum bisa tidur sesuai jadwal tidur malam anggota keluarga lainnya, lanjutkan terus latihan yang Anda berikan untuknya. Bila ia sudah bisa tidur malam selama sembilan atau sepuluh jam tanpa terbangun, itu tandanya ia sudah memiliki pola tidur yang teratur.

Pola Tidur Bayi Usia 3 – 6 Bulan

Posted by in Sunday, July 12th 2009

Bayi Anda semakin matang dari minggu ke minggu. Dan, pada saat usianya memasuki minggu ke 10 hingga ke 16, pola tidurnya mulai sedikit lebih teratur. Jika ia tidur dalam keadaan cukup kenyang, maka ia tidak akan sering terbangun pada tengah malam karena lapar. Karena itulah, akan sangat membantu bila Anda menyusuinya pada waktu yang sama dan membaringkannya ke tempat tidur ketika ia masih belum tidur.

Begitu si kecil memasuki usia 6 bulan, bayi umumnya tidur selama 11,5 hingga 15 jam per hari dan mulai bisa tidur dengan durasi lebih lama dari dua jam. Jika pada saat ini si kecil belum memiliki pola tidur yang sesuai dengan Anda dan anggota keluarga lainnya, inilah saat yang tepat untuk melatih si kecil mengikuti pola tidur Anda semua. Latihan seperti ini akan membantunya untuk tidur lebih mudah, tidur lebih lama pada malam hari dan lebih teratur jadwal tidurnya.

Dengan cara apakah bayi Anda dapat tertidur pulas?

Posted by in Friday, July 10th 2009
  • a. Digendong (7 votes)
  • b. Dibaringkan di tempat tidur (10 votes)
  • c. Diayun (3 votes)
  • d. Lainnya (0 votes)

Pola Tidur Bayi Usia 0 – 3 Bulan

Posted by in Friday, July 10th 2009

Selama empat hingga delapan minggu pertama kehidupan si kecil, biasanya ia tidur dengan pola yang acak selama 16 hingga 18 jam sehari. Di minggu pertama, ia bisa menghabiskan waktu 14 hingga 18 jam dalam sehari untuk tidur, dan menjadi 12 hingga 16 jam sehari pada saat ia berusia satu bulan. Namun, bayi-bayi umumnya tidak tidur selama lebih dari dua hingga empat jam sehari, baik siang ataupun malam selama beberapa minggu pertama mereka.

 

Pada saat usia 6 hingga 8 minggu, bayi-bayi pada umumnya tidur lebih sebentar pada saat siang hari. Sedangkan pada malam hari, bayi biasanya tidur lebih lama meski kadang terbangun untuk menyusu pada malam hari. Mereka juga memiliki periode tidur REM yang lebih sebentar, dan periode tidur non-REM lebih lama.

 

Sebagian bayi juga bisa tidur cukup lama pada malam hari ketika usia mereka baru enam minggu. Dan, Anda bisa melatihnya untuk tidur malam lebih lama sedini mungkin. Karena itulah, meski pola tidur bayi masih agak acak di saat ini, the American Academy of Pediatrics menyarankan para orang tua baru untuk membiarkan bayi mereka itu untuk terlelap sendiri tanpa harus ditidurkan. Sebab inilah langkah yang penting untuk belajar tidur sepanjang malam.

Pola Tidur Bayi

Posted by in Thursday, July 09th 2009

Bayi memiliki pola tidur yang berbeda dari orang dewasa. Bila orang dewasa bisa tidur pulas selama enam jam tanpa terbangun, bayi tidak demikian. Bayi lebih sering terbangun di tengah tidurnya. Selain itu, jika kita bisa bangun sebentar dan bisa melanjutkan tidur kembali, bayi tidaklah demikian. Anda tentu sering mengalaminya ketika Anda berpikir si kecil sudah tidur pulas, namun ternyata hanya dalam hitungan menit ia sudah terbangun kembali. Itu semua bisa terjadi karena bayi Anda belum benar-benar terlelap ketika Anda meletakkannya ke tempat tidur.

Karena itulah Dr. William Sears dalam bukunya, The Baby Book, menyarankan untuk menunggu hingga bayi benar-benar tidur sebelum memindahkannya ke tempat tidur. Satu tanda bahwa ia benar-benar sudah tidur pulas adalah lengan atau kakinya terkulai. Angkatlah lengan atau kakinya perlahan-lahan, jika terjatuh kembali dan bayi Anda tidak terbangun, itu tandanya ia sudah tidur pulas dan Anda sudah bisa meletakkannya di tempat tidur.

Apa Penyebab Bayi Menangis?

Posted by in Sunday, July 05th 2009

Ada banyak penyebab bayi menangis. Sebagai orang tuanya Anda tentulah yang paling tahu kira-kira kenapa si kecil menangis. Beberapa sebab bayi menangis kemungkinan adalah :

1. Bayi merasa lapar

Secara periodik dalam sehari bayi mengalami perasaan tidak enak di dalam perutnya, yaitu lapar. Namun seiring berjalannya waktu kita bisa mengenali ritme biologis si kecil kapan dia merasa lapar. Tetapi, bayi kadang-kadang merasa lapar sebelum waktunya atau kurang selera, bahkan tidak ada selera sama sekali untuk minum atau makan. Menangis hebat dapat membuat bayi sangat terganggu, sehingga dia tidak mau minum meskipun lapar. Kalau ini yang terjadi maka coba untuk menenangkannya terlebih dahulu.

2. Bayi mengalami kolik

Kadang bayi menangis dengan keras sekali. Mungkin saja bayi mengalami kolik infantil. Pada umur 2 minggu, bayi dapat tiba-tiba menangis dengan hebat terutama pada sore hari atau menjelang malam. Keadaan ini dapat terjadi setiap hari, kadang-kadang sampai 3 jam atau lebih.

Mengapa tangisnya begitu hebat, apa penyebabnya, tidak seluruhnya jelas. Tetapi pada umumnya keluhan tersebut akan hilang dengan sendirinya pada umur 3-4 bulan. Mendekapnya dan memijat perutnya dengan lembut kadang-kadang dapat membantu menenangkannya. Bagaimana bila dia tetap tidak mau berhenti menangis? Anda bisa meletakkan si kecil dengan nyaman di tempat tidurnya dan coba kembali menghiburnya.

Menangis, Cara Bayi Berkomunikasi

Posted by in Friday, July 03rd 2009

Menangis adalah salah satu ekspresi si kecil saat dia tidak nyaman. Namun, di sisi lain menangis dapat menyehatkan karena perasaan sedihnya dapat terlampiaskan. Pengalaman menghadapi bayi menangis pasti dialami oleh banyak orang tua. Bahkan kadang muncul dugaan-dugaan yang tidak logis misalnya “Jangan-jangan rumah ini ada penunggunya”. Sebenarnya ini tak perlu terjadi bila kita memahami bayi kita dengan baik. Begitulah, sebagai makluk yang tidak berdaya, menangis adalah cara bayi berkomunikasi khusus untuk menarik perhatian kala dia membutuhkan sesuatu. Tujuannya, paling tidak orang di sekitarnya pasti menghampirinya. Bayi yang sehat harus menangis, itu sebabnya tangis bayi merupakan sesuatu yang paling ditunggu saat dia pertama dilahirkan, karena tangis bayi merupakan salah satu indikator kesehatannya.

Pastikan Si Kecil Nyaman

Sebagai ‘tamu’ yang baru datang, penyesuaian dengan lingkungan tidak boleh diremehkan. Namun tentu saja tidak mudah bagi kita untuk memahami. Tidak jarang tangisan bayi malah membuat kita bingung. Mengapa ia menangis? Mengapa tidak dapat dibujuk? Rasa khawatir tak jarang membuat kita sangat lelah, terutama bila bayi menangis di malam hari, sehingga waktu tidur seisi rumah terganggu. Hal ini terkadang memunculkan rasa kesal dan putus asa.

BIANG KERINGAT

Posted by in Wednesday, July 01st 2009

Ringan tapi menyebalkan, itulah biang keringat. Di daerah tropis seperti Indonesia, rasanya hampir semua bayi pernah terkena biang keringat. Biang keringat sering mengenai daerah wajah, bahkan hampir seluruh tubuh. Tidak berbahaya dan akan menghilang dalam beberapa minggu dengan perawatan kulit seperti biasa.

Biang keringat atau keringat buntet, istilah kedokterannya adalah miliaria, terjadi karena tertahannya keringat yang ditandai bintil-bintil di kulit yang amat kecil berisi air. Sebenarnya ada tiga bentuk biang keringat yang agak berbeda gambarannya dan pengobatannya.

  • Miliaria Kristalina, ini merupakan jenis yang paling banyak terjadi pada bayi. Gejalanya bintil-bintil yang amat kecil (1-2 mm), muncul di daerah yang tertutup setelah bayi banyak berkeringat. Tidak ada keluhan apapun dan akan sembuh dengan sendirinya ditandai dengan munculnya sisik-sisik halus. Untuk mencegahnya, ibu bisa memakaikan bayi pakaian tipis yang menyerap keringat. Prinsipnya adalah mencegah keringat atau mengusahakan keringat menguap dengan baik.

 

RUAM POPOK

Posted by in Monday, June 29th 2009

Sering melihat warna kemerahan di area popok si kecil? Itulah ruam popok. Ruam popok adalah istilah umum yang menggambarkan peradangan kulit di area popok. Ada yang bersifat ringan dan sembuh sendiri, tetapi ada juga yang membutuhkan pengobatan serius.

Ruam kulit terjadi karena kulit daerah bokong, kemaluan, dan perineum memang lebih sensitif dan lembut. Kelembaban akan menyebabkan kulit yang sensitif itu lebih sensitif terutama terhadap zat di urin dan feses. pH kulit yang meningkat membuatnya lebih rentan terhadap iritasi. Tak semua ruam di area popok disebabkan oleh penggunaan popok. Ada ruam yang tak hanya terjadi di area popok tetapi diperparah penggunaan popok, misalnya alergi, ketombe atau kelainan kulit bersisik yang disebut psoriasis.

Ada lagi ruam di area popok tetapi tidak berkaitan dengan penggunaan popok, biasanya berkaitan dengan kelainan daya tahan tubuh, kuman (bakteri, kutu skabies, sifilis hingga HIV). Semua ini membutuhkan pengobatan yang berbeda. Mengobati ruam popok yang paling sederhana adalah mengganti popok lebih sering kali habis BAK atau BAB, serta menjaga kebersihan sekitar popok. Prinsipnya, menjaga area popok tetap kering.

Sekitar Kulit

Posted by in Saturday, June 27th 2009

Sekitar 50% bayi pernah mengalami masalah kulilt tak mulus yang disebut erythema toxicum. Gejalanya bintik-bintik berwarna keputihan dengan dasar kulit kemerahan. Bintik menyebar di seluruh tubuh, tetapi bisa juga mengumpul di tempat-tampat tertentu saja. Erythema toxicum biasanya muncul pada hari pertama dan kedua kehidupan yang memudar dengan sendirinya dalam satu minggu. Tidak ada terapi apapun dan tidak diketahui penyebabnya.

Keluhan kulit lain yang sering terjadi adalah bintik-bintik di sekitar pipi. Biasanya muncul pada bayi di atas usia satu sampai dua bulan. Ini merupakan pertanda awal alergi, umumnya terhadap susu sapi. Keluhan bersifat hilang timbul dan gatal. Bila benar karena alergi, ibu disarankan mengganti susu dengan susu yang tidak bersifat alergenik, atau memberikan ASI eksklusif. Bayi yang ASI eksklusif terkadang juga bisa menunjukkan gejala ini karena alergen (zat penyebab alergi) bisa mengalir lewat ASI. Dokter akan mencari penyebab pasti alergi dan meminta ibu untuk mengurangi asupan alergen tersebut.

Makanan yang sering menyebabkan alergi adalah susu sapi, kacang tanah, makanan laut, dan telur yang dikonsumsi ibu. Setelah zat alergen dihindari, bintik-bintik di pipi akan menghilang dengan sendirinya. Untuk mengurangi keluhan, oleskan salep hidrokortison 1% di pipi yang terkena, terkadang bayi ibu memerlukan obat minum untuk mengurangi gatalnya.