Home | About | Blog

Archive for " July, 2009 "

Memantau Perkembangan Bayi Usia 12 Bulan – 5 Tahun

Posted by in Wednesday, July 29th 2009

Usia 12-15 Bulan

  • Berjalan
  • Menggunakan peralatan seperti sikat gigi dan sisir, memegang botol, lebih gampang dipakaikan baju
  • Mengucapkan 4-6 kata yang dapat dimengerti, mengenali nama dan menunjuk ke orang yang ia kenal, tertawa saat melihat gambar lucu
  • Mulai mempelajari cara mencocokkan sesuatu
  • Mendorong dan menarik mainan ketika berjalan, melempar bola, permainan dengan menyentuh, mengosongkan laci dan mengambil isinya, menjelajahi bahu ayah, berbicara pada mainan, meniru suara binatang

Usia 15-18 Bulan

  • Mengerti bahasa sederhana, mengendarai mainan beroda empat, mencoba menendang bola walau sering meleset, membuka laci, menurut ketika dipakaikan baju, mengkonsumsi makanan berkuah
  • Mengatakan 10-20 kata yang bisa dimengerti
  • Mengamati bermacam bentuk, mengenali gambar di buku
  • Berlari walau kadang-kadang terjatuh
  • Mendorong kereta mainan, mengetukkan palu karet mainan, melakukan permainan bagian tubuh, menari seirama dengan musik, memutar dan menekan kenop, bermain cilukba dan berkejaran

Pada usia ini waspada bila belum bisa berkata setidaknya 15 kata

Memantau Perkembangan Bayi Usia 0-12 Bulan

Posted by in Saturday, July 25th 2009

Berikut ini standar perkembangan seorang bayi normal berdasarkan penelitian statistiknya. Apabila si kecil mengalami sedikit keterlambatan dari yang seharusnya, Anda tidak perlu cemas karena perkembangan setiap anak berbeda-beda. Tapi jika kelambatan yang dialami cukup mengkhawatirkan, maka Anda harus segera berkonsultasi dengan dokter atau psikolog anak, sehingga bisa segera dideteksi.

Usia 0-1 Bulan

  • Menunjukkan perilaku pemicu kasih sayang, seperti menangis, meringkuk, mendekut
  • Mampu mengangkat kepala, tangan terkepat erat, menangis, mendengkur, tersenyum, menangis di saat tidur, penglihatan masih buram
  • Tidur, bangun, makan secara tidak menentu
  • Tingkah lakunya lebih sering dilakukan secara refleks
  • Sentuhan kulit dengan kulit, digendong dengan tangan atau gendongan, makan tanpa dijadwal, mengadakan kontak mata, dan mendengar suara ibu

Usia 2 Bulan

  • Terhubung secara visual dengan ibu
  • Lengan dan kaki relaks, kepala diangkat setinggi 45 derajat
  • Jari mulai membuka, mulai dapat menggenggam giring-giring
  • Bisa menjerit, membuat suara seperti sedang minum, dada berbunyi
  • Tersenyum dengan responsive, bisa membaca suasana hati orang tua, sibuk dengan ibu jarinya, mengadakan kontak mata, memerhatikan orang yang bergerak, menangis bila diturunkan dari gendongan
  • Mulai senang berkomunikasi, protes bila kebutuhannya tidak terpenuhi, memberi isyarat
  • Membuat asosiasi bahwa tangisan berarti digendong atau disusui
  • Digendong dalam kain gendongan, melihat kearah yang bergerak, berbaring di dada ayah

Tahap Perkembangan Bayi 1 – 3 Tahun

Posted by in Wednesday, July 22nd 2009

Usia 13-14 bulan :

  • Mampu mengucapkan kata dan bahasa tubuh saat mengutarakan sesuatu
  • Meniru apa yang membuatnya tertarik
  • Bisa berdiri dan berjalan beberapa langkah tanpa dibantu

 

Usia 15 bulan :

  • Belajar menggunakan sendok
  • Senang memainkan makanan dengan jarinya
  • Suka corat-coret
  • Meniru tingkah orang lain
  • Mulai senang berkumpul dengan anak-anak sebaya

 

Tahap Perkembangan Bayi 1 – 12 Bulan

Posted by in Monday, July 20th 2009

Sejak dilahirkan hingga berusia lima tahun, adalah masa dimana bayi mulai melatih berbagai gerakan reflek fisik, motorik dan panca inderanya. Untuk memahami dengan pasti perkembangan bayi Anda, berikut beberapa tahapan yang akan dilalui si kecil :

Usia 1 bulan :

  • Sedikit mengangkatkan kepalanya bila ditengkurapkan
  • Mengembangkan kemampuan reflek menggenggam tangan dengan kuat
  • Kemampuan melihatnya hanya sebatas 20 cm dari wajah dan masih terlihat hitam putih
  • Mempermainkan ekspresinya untuk mendapatkan perhatian

Usia 2 bulan :

  • Saat tengkurap, ia bisa mengangkat dan menahan kepalanya sekitar 45 derajat
  • Ketika digendong di pundak, kepalanya sudah mulai bisa tegak
  • Tenang bila diberi empeng atau memasukkan jarinya ke mulut
  • Mampu mengikuti gerakan objek didekatnya

 

Alfa Protein, Nutrisi Untuk Tidur Bayi

Posted by in Saturday, July 18th 2009

Buat bayi tidur adalah ‘kegiatan’ yang sangat berharga. Tidur sebagai cara alamiah bayi untuk lebih mematangkan dan menguatkan fungsi organ-organ tubuhnya. Di tahun pertamanya, otak si kecil tumbuh tiga kali lipat dari keadaan saat lahir atau 80% dari otak orang dewasa. Agar potensinya terus berkembang baik fisik, psikis maupun kognitif tentu ia membutuhkan tidur yang cukup dan juga berkualitas.

Mungkin hal ini pula yang menyebabkan sejumlah penelitian dilakukan demi meningkatkan kualitas tidur bayi. Mulai dari penemuan diapers anti bocor, tempat tidur yang lebih nyaman, hingga kandungan gizi yang mesti dikonsumsi bayi. Terkait poin terakhir, sebuah penelitian mengungkapkan bahwa bayi yang mengkonsumsi ASI memiliki pola tidur yang lebih teratur dan bisa tidur pulas. Ternyata ASI mengandung Alfa Protein cukup tinggi yang berperan dalam mengatur pola tidur bayi dan membuatnya dapat tidur lelap.

Alfa Protein dikenal juga dengan istilah alfa laktalbumin, merupakan senyawa protein yang secara alami terdapat di dalam ASI. Kandungan nutrisi ini sekitar 27% dari total protein ASI. Ada dua jenis protein dalam ASI, yakni whey dan kasein. Alfa protein merupakan protein utama pada whey protein yaitu fraksi utama pada susu yang lebih halus dan lebih mudah dicerna. Berbeda dengan kasein protein, yang lebih padat dan sulit dicerna.

Tips Agar Si Kecil Tidur Pulas

Posted by in Friday, July 17th 2009
  • Tetapkan jam tidurnya. Maksimal jam 19.30 atau jam 20.30, tidak lebih dari jam tersebut. Jika lebih dari jam tersebut, bayi merasa sangat lelah dan justru lebih sulit untuk tertidur.
  • Gunakan ruangan yang remang-remang. Ini membantu bayi-bayi yang sensitif untuk bisa tidur lebih lama tanpa banyak terbangun di tengah malam.
  • Tidurkan selalu si kecil di tempat yang sama. Ini membantunya untuk belajar mengasosiasikan tempat itu dengan waktunya ia untuk tidur.
  • Kenali tanda-tanda mengantuk pada dirinya. Ini membantu Anda untuk menidurkannya. Beberapa tandanya adalah resah, menggosok-gosok matanya, tiba-tiba membelalakkan mata lalu langsung menutupnya rapat-rapat.
  • Pastikan ia selalu dalam keadaan kenyang, namun tidak terlalu kenyang. Perut yang lapar akan membuat si kecil sulit tidur atau sering terbangun tengah malam. Karena itu, pastikan ia selalu dalam keadaan kenyang menjelang tidur. Susuilah si kecil minimal setiap tiga jam sekali pada siang hari agar ia tertidur tidak dalam keadaan lapar.

Tidur Bersama Si Kecil

Posted by in Wednesday, July 15th 2009

Saat si kecil baru lahir, Anda mungkin masih belum tega meninggalkan dirinya tidur sendiri di kamarnya. Yang terbaik adalah meletakkan ranjangnya di sisi tempat tidur Anda di kamar. Tapi jika karena keterbatasan ruangan, Anda dan pasangan harus tidur bersama-sama si kecil di satu tempat tidur, mungkin tidak ada pilihan lain. Kondisi ini tentu membuat Anda khawatir kalau-kalau bisa berbahaya buat si kecil. Takut kalau-kalau ia tertindih oleh tubuh Anda atau terjatuh, dan masih banyak lagi kekhawatiran lainnya. 

Semua kekhawatiran itu wajar saja bila Anda rasakan. Apalagi jika mengingat tubuh si kecil yang masih amat rentan. Tapi, sebenarnya ada juga manfaat Anda dan pasangan tidur bersama-sama dengannya.

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ilmuwan dari Universitas Harvard, menemukan bahwa bayi-bayi yang tidur bersama orang tua mereka tidur lebih tenang, terhindar dari stress serta mendapatkan ASI dua kali lipat lebih banyak dibanding bayi-bayi yang tidur sendiri. 

Kebiasaan-Kebiasaan Si Kecil Saat Tidur

Posted by in Tuesday, July 14th 2009

Seperti halnya orang dewasa, bayi pun mempunyai kebiasaan-kebiasaan saat tidur. Berikut adalah beberapa diantaranya : 

Mengorok

Bayi pun bisa mengorok saat tidur, jadi tidak perlu khawatir bila bayi Anda mengorok. Tapi jika hal ini terjadi terus menerus, bisa jadi memang ada masalah dengan dirinya. Apalagi jika ia mengorok dengan jeda dan mengeluarkan gerakan terkejut, yang mungkin menandakan ada yang menghambat saluran napasnya. Beberapa bayi juga bisa saja mengorok karena alergi. 

Berkeringat

Sebagian bayi mengeluarkan keringat cukup banyak saat tidur. Itu menandakan bahwa ia berada pada tahap tidur yang lelap. Apalagi memang bayi cenderung lebih banyak berkeringat dibanding anak yang sudah lebih besar ataupun orang dewasa. Tapi meskipun demikian, bila keringat yang keluar amat banyak, bisa saja itu menandakan ada masalah pada dirinya. Ini bisa saja gejala penyakit jantung atau tanda terjadinya infeksi. Penyebab lainnya, bisa juga karena udara di kamar terlalu panas. Untuk mengatasinya, pakaikanlah baju yang lebih tipis dan jangan menutupinya dengan selimut terlalu banyak. 

Gigi yang bergemeretak

Lebih dari 50% bayi biasa melakukan ini. Kebiasaan menggemeretakkan gigi ini sendiri bisa terjadi pada usia berapapun, namun lebih sering terjadi pada bayi yang sedang tumbuh gigi. Tapi bisa juga karena adanya gangguan pernapasan, seperti hidung tersumbat atau alergi.

Posisi Tidur Yang Tepat Untuk Bayi Baru Lahir

Posted by in Tuesday, July 14th 2009

Tidur dengan posisi terlentang adalah posisi yang paling tepat untuk bayi yang baru lahir. Tidur dengan posisi seperti ini menurunkan resiko terjadinya kematian mendadak saat tidur, terutama bila bayi tidur dengan ditutupi selimut berlapis-lapis. Selain itu, posisi terlentang juga bisa membantu mencegah bayi tersedak saat tidur. Berikut adalah panduan untuk membaringkan si kecil di tempat tidur : 

  • Baringkan si kecil dengan posisi terlentang di atas kasur yang agak keras dengan seprai yang benar-benar terpasang dengan baik.
  • Singkirkan bantal-bantal, boneka mainan, dan barang-barang lainnya dari atas tempat tidur.
  • Bila menggunakan selimut, baringkan si kecil dengan posisi kaki berdekatan dengan ujung tempat tidur. Lalu tutupi tubuhnya dengan selimut hingga sebatas dada, dan selipkan bagian pinggir selimut ke sisi-sisi tempat tidur.
  • Jangan menidurkan bayi di kasur yang terlalu empuk, diatas bantal, kasur air, sofa atau permukaan lain yang lembut, apalagi bila ditinggalkan tidur sendirian.
  • Kalaupun Anda ingin membaringkan si kecil dengan posisi tengkurap guna melatih otot-otot dadanya, lebih baik lakukan itu di saat ia sedang tidak tidur.

Pola Tidur Bayi Usia 6 – 12 Bulan

Posted by in Sunday, July 12th 2009

Di saat ini, Anda tidak lagi terlalu direpotkan oleh kebiasaan tidur si kecil yang tidak teratur. Lanjutkan kebiasaan Anda menyusui pada jam yang sama setiap malam dan membaringkannya ke tempat tidur saat si kecil masih belum tidur. Di awal-awal ia biasanya akan menangis ketika Anda tidak lagi menimang-nimangnya. Tapi secara bertahap kebiasaan itu akan berhenti juga. Jika pada saat pertama Anda melakukan itu ia tetap saja menangis tanpa henti, lakukan saja lagi kebiasaan lama Anda untuk menidurkannya, dan kemudian mencobanya lagi keesokan hari sampai ia terbiasa.

 

Pada saat berusia 9 bulan, bayi umumnya tidur selama 11-14 jam pada malam hari,  dan tidur siang dua kali sehari selama satu atau dua jam. Jika bayi Anda masih belum bisa tidur sesuai jadwal tidur malam anggota keluarga lainnya, lanjutkan terus latihan yang Anda berikan untuknya. Bila ia sudah bisa tidur malam selama sembilan atau sepuluh jam tanpa terbangun, itu tandanya ia sudah memiliki pola tidur yang teratur.