Home | About | Blog

Archive for " August, 2009 "

Stimulasi Sejak Dini

Posted by in Saturday, August 29th 2009

Stimulasi adalah kata kunci untuk membuat otak bayi berkembang dengan sempurna. Sel-sel otak bayi sebenarnya terbentuk sejak dia menjadi janin umur tiga-empat bulan dalam kandungan. Setelah lahir perkembangan otak ini tak berhenti hingga anak berusia tiga-empat tahun. Namun, bayi mengalami fase emas sekitar 1-2 tahun.

 

Jumlah sel otaknya tumbuh mencapai miliaran, tetapi belum ada hubungan antar sel. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel otak ditentukan stimulasi lingkungan. Makin sering bayi diajak bermain, bercakap-cakap maka rangsangan yang diterima akan semakin banyak. Dan ujung-ujungnya akan makin kuatlah hubungan antar sel otak dan itu menjadi penyumbang kecerdasan anak.

BERMAIN DENGAN BAYI

Posted by in Wednesday, August 26th 2009

Yang juga kerap tidak disadari oleh sebagian orang tua, meskipun bayi belum bisa berkata-kata, mereka selalu terus belajar dari waktu ke waktu. Mereka belajar merespon saat ibunya marah atau saat ibunya sedang senang. Semuannya ia rekam dalam otaknya dan mempengaruhi perkembangan emosi, kognitif, dan spiritual dengan bayi.

 

Karena itu banyak peneliti yang menganjurkan agar orang tua memberikan stimulasi yang baik. Misalnya dengan menimang-nimang, tersenyum, mengajaknya ngobrol sampai mengajaknya bermain. Saat bermain itu sebenarnya bayi dan anak tengah belajar menyerap pengetahuan baru dan respon-respon baru.

Mengenal Bahasa Bayi

Posted by in Monday, August 24th 2009

Bayi dari ras, suku atau negara manapun pada usia 3-4 bulan ternyata memiliki bahasa bayi yang sama di seluruh dunia. Penelitian tentang adanya bahasa bayi ini pernah dilakukan oleh Priscilla Dunstan. Dia meneliti aneka celoteh bayi itu dengan merekam suara dari 1000 bayi. Hasilnya, ternyata ada lima kata yang dikenal oleh bahasa bayi untuk berkomunikasi dengan orang dewasa, yaitu :

  1. NEH (Lapar)

Kata ini agak-agak mirip dengan “Heh” dan “Eh”. Orang tua harus lebih serius mendengarnya. Ini adalah sinyal lapar. Saat bayi mengucapkan kata ini dan orang tua tidak meresponnya, maka bayi akan menangis keras-keras. 

  1. OWH (Mengantuk)

Kata ini lebi mudah didengar dan dimengerti karena saat bayi mengucapkannya dia selalu mulutnya berbentuk bundar atau O. Ini adalah tanda bahwa bayi sedang mengantuk

 

Merawat Gigi Si Kecil

Posted by in Monday, August 24th 2009

Ketika gigi si kecil mulai keluar, sebaiknya orang tua rajin membersihkan giginya setelah habis menyusui. Sebab susu yang menempel pada gigi akan berbahaya bagi kesehatan gigi bayi. Bila Anda pernah melihat seorang anak memiliki gigi yang menghitam, itu tandanya si kecil jarang dibersihkan giginya sehingga sisa-sisa makanan yang menempel akan merusak gigi.

 

Perawatan gigi dan mulut secara maksimal khususnya pada masa balita dan anak-anak akan menentukan kesehatan gigi dan mulut mereka pada usia selanjutnya. Penyakit gigi dan mulut akan sering dialami oleh balita dan anak-anak bila perawatannya tidak dilakukan dengan baik, seperti penyakit caries (lubang pada permukaan gigi), gingivitis (radang pada gusi) dan sariawan.

Aneka Teether Bayi Dan Fungsinya

Posted by in Tuesday, August 18th 2009

Belakangan ini ada lusinan produk teether dipasaran yang aman digunakan untuk dikunyah-kunyah oleh bayi ketika giginya masih dalam proses erupsi. Namun cobalah untuk mencari teether yang memiliki tekstur lembut dan bentuk yang menarik. Teether harus terbuat dari bahan yang aman dan tidak mengandung zat pewarna atau zat lainnya yang membahayakan.

 

Bila giginya sudah terlihat, hindari penggunaan teether karena teether bisa bocor akibat giginya. Berikut ini beberapa contoh teether yang beredar di pasaran yang bisa menjadi pertimbangan :

 

  1. Cool Animal Teether

Teether yang sebelumnya harus didinginkan di lemari es ini berisi cairan yang sudah disanitasi dan bisa diminum. Mengapa harus didinginkan? Karena cairan es dalam teether ini dapat membantu gusi bayi terasa kebal. Dengan desain yang terdiri dari berbagai bentuk binatang ini, sambugannya berada di dalam dan lapisan luarnya terbuat dari bahan vinyl. Sehingga cukup empuk untuk digigit si kecil tapi tidak mudah bocor.

Tanda-Tanda Si Kecil Tumbuh Gigi Pertama

Posted by in Tuesday, August 18th 2009

Tanda-tanda tumbuh gigi pertama :

 

  • Lebih rewel
  • Menangis di waktu malam
  • Air liur yang berlebihan
  • Memasukkan jari tangan, mainan dan lainnya ke dalam mulut
  • Gusi bengkak, merah
  • Meningkatnya permintaan ASI atau susu botol
  • Menolak minum ASI atau susu botol karena mengisap menimbulkan rasa sakit
  • Nafsu makan berkurang
  • Tidur terganggu

 

Merangsang Terjadinya Erupsi

Posted by in Saturday, August 15th 2009

Meskipun ada bayi yang bererupsi di usia 6-8 bulan, tapi jangan khawatir bila si kecil belum juga keluar gigi diusia hampir satu tahun. Sebab normalnya, erupsi gigi memang terjadi di usia 6-12 bulan. Apabila si kecil belum juga keluar gigi saat usianya lebih dari setahun, cobalah periksakan ke dokter untuk mengetahui apakah si kecil mengalami kelambatan atau kelainan pertumbuhan pada giginya.

 

Saat akan keluar gigi, umumnya si kecil akan menjadi rewel dan mengalami demam yang tidak terlalu tinggi atau dikenal dengan sumeng. Gejala ini terjadi karena gigi membutuhkan tenaga yang kuat untuk dapat menembus lapisan gusi yang keras. Tanda lainnya, si kecil akan banyak memproduksi air liur dan rasa gatal pada gigi. Rasa gatal inilah yang menyebabkan si kecil senang mengigit-gigit sesuatu.

Hore, Gigi Si Kecil Tumbuh

Posted by in Thursday, August 13th 2009

Masa pertumbuhan gigi seorang anak berbeda-beda, ada anak yang belum mencapai usia setahun sudah tumbuh gigi. Tapi ada juga bayi yang belum tumbuh gigi saat usianya mencapai setahun. Pertumbuhan gigi seorang bayi sebenarnya sudah dimulai sejak bayi berada di dalam kandungan, yakni sejak janin berusia 4 minggu hingga ia dilahirkan.

 

Perlu diketahui, pertumbuhan gigi bermula dari dalam bukan saat giginya keluar. Sedangkan keluarnya gigi yang terjadi setelah lahir, lebih tepat disebut erupsi. Awalnya gigi tumbuh dari epitel tulang, yang disebut email. Dibawah mahkota gigi ada dentin dan benak gigi (pulpa) yang merupakan tempat syaraf dan pembuluh darah, paling bawah barulah akar gigi.

Membuat Sendiri Makanan Pendamping ASI

Posted by in Monday, August 10th 2009

Sebisa mungkin buatlah sendiri makanan pendamping ASI. Selain Anda dapat memastikan kebersihan, keamanan, dan kualitas makanan yang dikonsumsi bayi Anda, juga dapat memantau kesehatan makanan tersebut. Anda dapat membuat makanan sehat yang tidak mengandung penguat rasa, dan tidak banyak mengandung gula dan garam. Bahan-bahan tambahan yang mungkin ada di makanan bayi instant dapat Anda hindari.

Buatlah makanan pendamping ASI yang bervariasi. Berbagai tekstur dan rasa makanan akan memperkaya kasanah pengecapan si kecil sehingga transisi ke makanan keluarga berjalan lebih baik. Variasi makanan yang dimulai sejak kecil akan menghindarkan si kecil tumbuh menjadi tukang pilih-pilih makanan. Anda juga dapat mengetahui seleranya dengan mengamati perilaku makannya.

Mengenalkan Makanan Pendamping ASI

Posted by in Thursday, August 06th 2009

Setelah usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi si kecil tak lagi cukup dipenuhi oleh ASI saja. Ia akan mulai terlihat tidak puas setelah menyusu. Saatnya memberikan makanan yang lebih padat padanya.

 

Makanan padat sebaiknya tidak diberikan sebelum usia 6 bulan. Selain memberikan kesempatan ASI eksklusif, saluran pencernaan bayi belum mampu mencerna makanan yang padat dan menyerap zat gizi yang kompleks. Makanan tersebut yang tidak tercerna justru akan memperberat ginjal si kecil yang belum matang.

 

Pada usia 6 bulan, saluran cernanya sudah matang, kemampuan menelannya sudah matang, ia sudah dapat duduk, gigi geliginya sudah mulai tumbuh. Selain itu, bayi juga sudah kehilangan refleks menjulurkan lidah. Untuk mengetahuinya, cobalah masukkan makanan dengan ibu jari Anda. Bila ia membuka mulutnya, itu artinaya ia sudah siap mendapat makanan.