Home | About | Blog

Kontroversi Bedong

Posted by in Tuesday, June 16th 2009
Tags:

Tradisi membedong bayi yang baru lahir memang sudah berlangsung sejak lama. Bukan orang Indonesia saja yang biasa membedong bayinya, tapi juga banyak digunakan diseluruh masyarakat asia bahkan dunia. Bedong atau swaddling sebenarnya dilakukan untuk membuat si kecil menjadi merasa nyaman dan aman, jadi tidak ada hubungannya dengan meluruskan kaki.

Logikanya, ketika dibedong bayi akan merasa seperti dipeluk atau diingatkan pada suasana di dalam rahim ibu. Perasaan aman ini akan membantu si kecil menjadi tidur lebih lelap dan mengurangi efek terkejut atau hynogogic startles, yaitu gerakan terkejut yang normal terjadi bahkan oleh orang dewasa sekalipun. Biasanya, di usia 1-2 bulan, efek ini akan berkurang dengan sendirinya.

Hanya saja efek terkejut ini kadang mengganggu kelelapan tidur si kecil sehingga ia sering terbangun dan menangis. Dengan bantuan bedong, bayi akan lebih mudah mengatasi refleks terkejut sehingga tidurnya tidak terlalu terganggu. Dari penelitian yang dilakukan di sebuah Universitas di Amerika, memperlihatkan bayi-bayi yang dibedong umumnya tidur lebih baik daripada bayi yang tidak dibedong.

Kegunaan bedong lainnya adalah memudahkan ibu mencari posisi yang pas saat baru belajar menyusui bayinya. Menyusui untuk pertama kali bukan hal yang mudah bagi ibu maupun bayi. Berbagai cara akan banyak dilakukan untuk mendapatkan posisi menyusui yang nyaman, sehingga bayi akan tidak sabar dan banyak melakukan gerakan. Dengan menggunakan bedong, si kecil akan jauh lebih tenang yang memudahkan ibu mencari posisi menyusui senyaman mungkin.

Dilihat dari kegunaannya yang membuat si kecil merasa nyaman dan aman, maka Anda tidak perlu membedong si kecil dengan terlalu ketat. Sebab bedong yang ketat akan membuat bayi sesak nafas dan kepanasan, akibatnya resiko bayi mengalami pnemonia dan infeksi pernafasan akut lainnya menjadi tinggi. Pnemonia terjadi akibat adanya infeksi saluran pernafasan akibat paru-paru bayi yang tidak dapat mengembang sempurna saat bernafas.

Kiat lainnya, upayakan untuk membedong si kecil dengan bedong yang tipis namun cukup hangat. Jangan membedong bayi dengan kain berlapis-lapis, cukup satu saja. Bila si kecil tidak suka dibedong jangan dipaksa, atau membiarkan tangan si kecil tidak ikut dibedong agar ia bebas bergerak. Hindari membedong bayi hingga ke bahu karena akan mengganggu pernafasan si kecil.

Belakangan ini, ada juga ibu-ibu yang tidak mau membedong si kecil agar ia bisa bebas bergerak. Terutama bila ibu mampu memberikan kenyamanan dan kehangatan tanpa harus menggunakan bedong. Pendapat ini juga sah-sah saja, karena fungsi bedong hanyalah memberi kenyamanan dan kehangatan si kecil serta memudahkan ibu dalam manyusui bayinya. Tanpa membedongpun kaki bayi akan tetap lurus pada masanya.

Comments
self Said:

my mother in law still consider swaddling is for straightening my baby’s feet.well,i’ve give her the right information but still.it’s fine for me,but it will torture my baby (btw,my baby doesn’t like to be swaddled)


Dunia Balita Said:

Yeah Self, my mother just like ur mother in law, but my mother give up when my baby girl always trying with her legs and hands to be free…hahaha, it’s very funny actually.
Thx for sharing with us Self…