Home | About | Blog

Saluran Cerna

Posted by in Monday, June 22nd 2009
Tags:

Mulut

Ada bayi yang saat lahir sudah memiliki gigi, disebut natal teeth. Gigi ini sering tanggal sendiri dan ditakutkan membuat bayi tersedak, jadi sebaiknya konsultasikan ke dokter.

Perhatikan area lidah dan pipi bagian dalam, apakah ada lapisan jamur. Terkadang ibu bisa menemukan bintik putih kecil di langit-langit yang disebut Epstein’s Pearls yang akan hilang sendiri pada minggu-minggu pertama kehidupannya.

 

Gangguan Seputar BAB (Buang Air Besar)

Pola BAB bayi baru lahir terkadang belum bisa ditebak. Ada bayi yang tidak BAB berhari-hari bahkan sampai satu minggu. Bayi ASI lebih sering mengalami keluhan ini karena penyerapan ASI begitu maksimal hingga tak ada sisa yang harus dibuang. Terkadang, saat penyapihan dari ASI ke susu formula, bayi juga bisa mengalami sulit BAB. Jika ini terjadi, ibu tidak perlu khawatir, cukup lebih banyak memberinya air putih.

Bila ibu perhatikan, bayi yang diberi ASI cenderung pup tiap kali habis diberi susu. Ini bukanlah suatu diare. Pada bayi dengan frekuensi BAB yang masih bervariasi, ibu bisa mengenali kapan ia diare yaitu bila pupnya lebih encer, berair atau sering. Hitunglah berapa kali ia pup, apakah fesesnya berbusa dan seperti apa baunya, apakah ia muntah dan tampak lemah, apakah ia baru minum antibiotic, dan adakah demam.

Dengan informasi ini, dokter akan mendapatkan gambaran lebih jelas dan memberi terapi yang tepat.

Feses yang berdarah tidaklah normal untuk si kecil, kecuali pada hari pertama kelahirannya karena ia menelan darah ibu saat persalinan. Tetapi bila tidak, curigai kemungkinan radang usus, alergi susu, atau ususnya terpilin.

Alergi bisa menyebabkan BAB berdarah dan berlendir disertai perut kembung, sering kentut, atau BAB menyemprot. Pada kasus usus terpilin, BAB berdarah disertai anak yang menangis kesakitan.

 

Gumoh

Bayi dibawah 3 bulan setidaknya satu kali sehari. Ini disebabkan otot pencernaannya belum kuat sedangkan tekanan lambung meningkat hingga makanan yang sudah sampai lambung kembali ke kerongkongan.

Bedakan dengan muntah sebab muntah disertai kontraksi otot perut. Gumoh atau sesekali muntah untuk bayi tak apa asal ia tetap sehat dan berat badannya naik sesuai umur. Dalam bahasa kedokteran, gumoh disebut refluks gastroesofagus (RGE). RGE akan hilang dengan sendirinya seiring bayi bisa tegak, paling lambat pada saat usianya 2 tahun.

RGE tak selamanya normal bila RGE terjadi berulang-ulang dan tak kunjung menghilang disertai anak rewel, batuk lama berulang, tak mau makan bahkan tampak darah di muntahan, bawalah ke dokter, mungkin ia memerlukan pengobatan tertentu.

 

Ada beberapa cara mengatasi RGE :

1. Biasanya dokter akan meresepkan suatu susu formula khusus ‘thickening milk. Bila sulit didapat, susu dapat dikentalkan dengan satu sendok the tepung beras atau sereal dalam 100 cc susu formula. Harapannya, bayi lebih kenyang, tidur nyenyak dan jarang menangis. Namun cara ini tidak boleh pada bayi yang masih ASI ekskusif.

2. Posisikan bayi terlentang dengan sudut 45-60 derajat dari alas. Caranya cukup letakkan bantal besar sepanjang punggung sampai pinggang dan tambahkan ganjalan untuk mencapai sudut yang tepat.

3. Susui bayi dalam waktu yang cukup agar kenyang hingga aktifitas makan dan minum tak terlalu sering yang dengan sendirinya mengurangi gumoh.

4.Bila gumoh tak juga berhenti, dokter dapat meresepkan obat-obatan untuk menetralisir asam lambung dan memperbaiki gerak
an usus.

5. Mungkin dokter harus melakukan pemeriksaan endoskopi untuk melihat langsung kondisi lambung dan esofagus.

Comments are closed.