Home | About | Blog

Menangis, Cara Bayi Berkomunikasi

Posted by in Friday, July 03rd 2009
Tags: ,

Menangis adalah salah satu ekspresi si kecil saat dia tidak nyaman. Namun, di sisi lain menangis dapat menyehatkan karena perasaan sedihnya dapat terlampiaskan. Pengalaman menghadapi bayi menangis pasti dialami oleh banyak orang tua. Bahkan kadang muncul dugaan-dugaan yang tidak logis misalnya “Jangan-jangan rumah ini ada penunggunya”. Sebenarnya ini tak perlu terjadi bila kita memahami bayi kita dengan baik. Begitulah, sebagai makluk yang tidak berdaya, menangis adalah cara bayi berkomunikasi khusus untuk menarik perhatian kala dia membutuhkan sesuatu. Tujuannya, paling tidak orang di sekitarnya pasti menghampirinya. Bayi yang sehat harus menangis, itu sebabnya tangis bayi merupakan sesuatu yang paling ditunggu saat dia pertama dilahirkan, karena tangis bayi merupakan salah satu indikator kesehatannya.

Pastikan Si Kecil Nyaman

Sebagai ‘tamu’ yang baru datang, penyesuaian dengan lingkungan tidak boleh diremehkan. Namun tentu saja tidak mudah bagi kita untuk memahami. Tidak jarang tangisan bayi malah membuat kita bingung. Mengapa ia menangis? Mengapa tidak dapat dibujuk? Rasa khawatir tak jarang membuat kita sangat lelah, terutama bila bayi menangis di malam hari, sehingga waktu tidur seisi rumah terganggu. Hal ini terkadang memunculkan rasa kesal dan putus asa.

Jika kondisi sudah sangat tidak memungkinkan, Anda lelah, pasangan Anda tengah keluar kota, coba hubungi orang yang dapat dipercaya untuk berbagi. Apabila tidak ada yang dapat dihubungi, segera letakkan bayi pada tempat tidurnya, pastikan bayi berada dalam posisi aman. Menutup telinga dan mata beberapa saat dapat membantu menenangkan diri. Jangan pernah mengambil tindakan pada saat sedang dalam kondisi ini.

Memahami Tangis Bayi

Episode menangis bisa beragam, hanya beberapa menit namun juga bisa berjam-jam lamanya. Ini biasanya dialami bayi dalam 3 bulan pertama kehidupannya. Bayi yang sedang ‘senang’ pun kadang memiliki jam-jam tertentu untuk menangis. Tapi, jangan pula menganggapnya sepele, karena mungkin saja dia terserang gangguan pencernaan seperti kembung atau kolik.

Comments are closed.