Home | About | Blog

Mengapa Bayi Harus Cukup Tidur?

Posted by in Tuesday, July 07th 2009
Tags: ,

Dimasa pertumbuhan, tidur teratur setiap hari amatlah penting. Sebab, untuk tumbuh kembang yang optimal, bayi membutuhkan tidur yang cukup. Saat tidur aktif atau tahap REM (Rapid Eye Movement), misalnya aliran darah ke sel otak meningkat tajam sehingga sel-sel otak pun bisa tumbuh dengan cepat. Tahap REM inilah yang berperan penting dalam meningkatkan daya ingat si kecil kelak.

Sedangkan pada tidur tahap non-REM, 75% hormon-hormon pertumbuhan diproduksi untuk memulihkan tubuh, memperbaiki sel, dan membangun otot-otot tubuh. Hormon-hormon ini merangsang pertumbuhan tulang dan jaringan, serta memunkinkan tubuh untuk memperbaiki seluruh sel yang ada di dalam tubuh.

Tidur yang cukup juga ikut membantu proses pengolahan asupan nutrisi si kecil menjadi energi yang dibutuhkan. Kerja metabolisme tubuh juga meningkat sehingga pertumbuhan bayi menjadi ikut terpacu. Karena itulah, lama tidaknya si kecil tidur amat berhubungan dengan pertambahan berat badan, tinggi badan dan kesehatan fisiknya. Bayi yang tidur cukup biasanya memiliki pertumbuhan fisik yang jauh lebih baik dibanding bayi yang tidurnya kurang.

Berkat tidur yang cukup pula daya tahan tubuh si kecil juga meningkat. Karena itulah, jika tidurnya terganggu atau kurang, maka ia akan lebih mudah sakit karena menurunnya daya tahan tubuh tadi. Selain itu, bayi yang kurang tidur juga umumnya menjadi lebih rewel, cengeng dan sulit diatur.

Posisi si kecil saat tidur pun ternyata juga berpengaruh pada manfaat yang bisa ia dapatkan dari kebiasaan tidurnya. Tidur terlentang misalnya, selain membantu mencegah bayi mengalami kematian mendadak saat tidur, ternyata memberikan manfaat besar lainnya bagi kesehatan si kecil. Sebuah penelitian yang dilakukan oleh para ahli dari The Medical College of Ohio, Amerika Serikat, menemukan bahwa bayi-bayi yang tidur dengan posisi terlentang lebih jarang terserang demam dan hidung tersumbat.

Posisi tidur terlentang itu sendiri biasanya memang merupakan satu-satunya posisi yang bisa dilakukan oleh bayi yang baru lahir. Nah, begitu ia sudah agak besar, barulah ia mulai mencoba posisi-posisi lainnya. Tidak apa-apa bila ia mencoba-coba posisi-posisi lainnya. Yang penting, pastikan tempat tidurnya aman, tidak membuatnya terjatuh bila ia mengganti posisi tidurnya.

Karena itu, sesekali cobalah untuk membiarkan si kecil untuk tidur tengkurap. Selain membuatnya lebih mudah terlelap, posisi ini juga membantu melatih otot-otot dada dan paru-parunya. Selain itu, tidur tengkurap pun membantu mengembangkan gerakan motorik si kecil. Namun, tentu saja pengawasan yang Anda lakukan selama si kecil tidur tetaplah diperlukan.

Comments
Zhang - Notes Fantasia Said:

Waktu tidur yang cukup bagi bayi berapa jam Bro?
Lalu gimana mengetahui bayi tidurnya sedang REM atau Non-REM?
Thanks.


HT Said:

Bro, bayi kalo egk salah tidur 12 jam sehari yah?


Dunia Balita Said:

Bisa lebih bro, bisa sampai 15-18 jam tergantung usia bayi
Tq