Home | About | Blog

Pola Tidur Bayi Usia 0 – 3 Bulan

Posted by in Friday, July 10th 2009

Selama empat hingga delapan minggu pertama kehidupan si kecil, biasanya ia tidur dengan pola yang acak selama 16 hingga 18 jam sehari. Di minggu pertama, ia bisa menghabiskan waktu 14 hingga 18 jam dalam sehari untuk tidur, dan menjadi 12 hingga 16 jam sehari pada saat ia berusia satu bulan. Namun, bayi-bayi umumnya tidak tidur selama lebih dari dua hingga empat jam sehari, baik siang ataupun malam selama beberapa minggu pertama mereka.

 

Pada saat usia 6 hingga 8 minggu, bayi-bayi pada umumnya tidur lebih sebentar pada saat siang hari. Sedangkan pada malam hari, bayi biasanya tidur lebih lama meski kadang terbangun untuk menyusu pada malam hari. Mereka juga memiliki periode tidur REM yang lebih sebentar, dan periode tidur non-REM lebih lama.

 

Sebagian bayi juga bisa tidur cukup lama pada malam hari ketika usia mereka baru enam minggu. Dan, Anda bisa melatihnya untuk tidur malam lebih lama sedini mungkin. Karena itulah, meski pola tidur bayi masih agak acak di saat ini, the American Academy of Pediatrics menyarankan para orang tua baru untuk membiarkan bayi mereka itu untuk terlelap sendiri tanpa harus ditidurkan. Sebab inilah langkah yang penting untuk belajar tidur sepanjang malam.

 

Pada tahap ini, bayi juga belum bisa membedakan kapan siang kapan malam. Namun kadang mereka mempunyai dorongan untuk tidur dengan jam yang sama seperti halnya orang dewasa. Bahkan jika ia ditidurkan pada jam yang sama setiap malam, pola tidurnya yang acak itu bisa mulai berubah, dan ia bisa tidur lebih lama begitu memasuki usia 8 hingga 12 minggu.

 

Cara-cara mengembangkan kebiasaan tidur pada si kecil :

 

Pelajarilah tanda-tanda bahwa ia sudah lelah

Untuk enam hingga delapan minggu pertama, bayi umumnya tidak bisa tetap terjaga lebih lama dari dua jam dalam satu waktu. Jika Anda menunggu lebih lama dari dua jam untuk menidurkannya, ia bisa terlalu lelah untuk tidur, sehingga Anda akan sulit menidurkannya. Karena itu amatilah tanda-tanda bahwa ia sudah lelah. Apakah ia menggosok-gosok matanya, menarik-narik telinganya atau samara-samar terlihat lingkaran gelap di bawah matanya? Bila ya, itu tanda bahwa ia sudah mulai lelah, dan Anda bisa mulai menidurkannya. Nantinya Anda akan hafal ritme dari pola tidur si kecil setiap harinya, dan kapan harus menidurkannya.

 

Mulailah mengajarkannya tentang perbedaan antara siang dan malam

Sebagian bayi seperti burung hantu, yang justru terjaga ketika orang lain tidur. Untuk beberapa hari pertama, mungkin tidak ada yang bisa Anda lakukan. Tapi, begitu bayi Anda berusia sekitar dua minggu, Anda bisa mulai mengajarkannya tentang perbedaan siang dan malam. Untuk itu, disaat ia sedang tidak tidur pada siang hari, ajaklah ia bermain-main dan biarkan ruangan kamar terlihat terang. Biarkan saja suara televise, mesin cuci atau suara-suara orang di luar terdengar olehnya. Selain itu, bangunkanlah si kecil jika ia terlihat tertidur saat disusui.

Sebaliknya pada malam hari, jangan mengajaknya bermain-main saat ia sedang terjaga. Buatlah agar suasana ruangan tidak bising dengan cahaya ruangan redup, dan jangan mengajak si kecil berbicara.

 

Mulailah melakukan kebiasaan-kebiasaan sebelum tidur

Anda bisa melakukannya dengan mengganti bajunya sebelum tidur, menyanyikan lagu untuknya, atau memberi kecupan selamat tidur kepada si kecil.

 

Berikan ia kesempatan untuk terlelap tanpa Anda bantu

Anda bisa mencoba langkah yang satu ini begitu si kecil memasuki usia 6 hingga 8 minggu. Baringkanlah si kecil di tempat tidur begitu ia terlihat mulai mengantuk, namun matanya masih terbuka. Demikian saran Jodi Mindell, pengarang buku Sleeping Through The Night. Untuk itu, tak perlu terlalu sering menimang-nimang atau menyusui si kecil agar ia bisa terlelap. Dengan begitu ia akan bisa belajar untuk terlelap tanpa bantuan Anda.

 

 

Comments are closed.