Home | About | Blog

Kontroversi Ayunan

Posted by in Friday, July 10th 2009
Tags: ,

Menidurkan bayi kadang bagi sebagian orang tua adalah saat yang menyulitkan. Kadang berbagai cara telah dilakukan namun si kecil hanya menutup mata sejenak kemudian terjaga kembali. Si kecil sulit untuk tidur pulas, bahkan kadang diikuti dengan tangisan yang tiada henti. Sebenarnya si kecil sudah mengantuk dan saatnya tidur namun ia tidak bisa tidur dengan lelapnya.

Salah satu cara yang sering dilakukan oleh orang tua jaman dahulu adalah dengan menidurkan bayi dalam ayunan. Rasanya bagi kita-kita yang telah menjadi orang tua pernah merasakan tidur dalam ayunan. Biasanya ayunan yang dipakai adalah sebuah per ayun yang kemudian diberi sebuah sarung. Dari pengalaman yang ada, bayi akan cepat tertidur pulas dalam ayunan.

Namun terdapat kontroversi mengenai ayunan ini. Sebagian orang tidak menyukai ayunan dikarenakan bayi akan terbiasa tidur dengan ayunan sehingga akan menyulitkan apabila pada saat bepergian si kecil akan menjadi sulit untuk ditidurkan dengan cara digendong. Konon katanya si kecil menjadi ketergantungan dengan ayunan tersebut sehingga ia selalu ingin tidur dengan ayunan. Dan katanya bayi akan selalu tergantung dengan ayunan tersebut sampai ia berusia diatas 3 tahun.

Kontroversi ini belum terbukti kebenarannya. Namun, ayunan mungkin merupakan salah satu cara terakhir bila bayi Anda termasuk bayi yang sulit untuk tidur pulas. Terlepas dari kontroversi tersebut, pilihan tetap ada di tangan Anda.

Salah satu cara yang mungkin bisa mengurangi ketergantungan terhadap ayunan adalah cara menggunakannya. Gunakanlah ayunan hanya bila bayi Anda benar-benar sulit untuk tidur dan sedang rewel-rewelnya. Bila si kecil dalam keadaan yang tidak terlalu sulit untuk tidur, jangan membiasakan menggunakan ayunan.

Satu lagi cara yang bisa diterapkan adalah setelah bayi terlelap tidur di dalam ayunan untuk beberapa saat, angkatlah ia dari ayunan dan pindahkanlah ia ke tempat tidurnya.

Comments are closed.