Home | About | Blog

Mengenalkan Makanan Pendamping ASI

Posted by in Thursday, August 06th 2009
Tags:

Setelah usia 6 bulan, kebutuhan nutrisi si kecil tak lagi cukup dipenuhi oleh ASI saja. Ia akan mulai terlihat tidak puas setelah menyusu. Saatnya memberikan makanan yang lebih padat padanya.

 

Makanan padat sebaiknya tidak diberikan sebelum usia 6 bulan. Selain memberikan kesempatan ASI eksklusif, saluran pencernaan bayi belum mampu mencerna makanan yang padat dan menyerap zat gizi yang kompleks. Makanan tersebut yang tidak tercerna justru akan memperberat ginjal si kecil yang belum matang.

 

Pada usia 6 bulan, saluran cernanya sudah matang, kemampuan menelannya sudah matang, ia sudah dapat duduk, gigi geliginya sudah mulai tumbuh. Selain itu, bayi juga sudah kehilangan refleks menjulurkan lidah. Untuk mengetahuinya, cobalah masukkan makanan dengan ibu jari Anda. Bila ia membuka mulutnya, itu artinaya ia sudah siap mendapat makanan.

 

Pada usia 6 sampai 12 bulan, ASI masih merupakan makanan utama bayi karena dapat memenuhi 60% kebutuhan bayi. Untuk memenuhi sisanya, Anda perlu memberikan makanan pendamping ASI. Setelah usia 1 tahun, porsi kebutuhan gizi bayi yang dicukupi oleh ASI hanya sekitar 30%. Namun pemberian ASI tetap dianjurkan karena masih memberikan manfaat. Oleh karena itulah, WHO merekomendasikan pemberian ASI sampai usia anak 2 tahun, dengan catatan anak sudah mulai makan beragam makanan dan tidak tergantung pada ASI.

 

Walaupun ia membutuhkan zat gizi lebih banyak dalam makanan tersebut, ia akan lebih menyukai ASI yang telah dikonsumsinya selama 6 bulan. Mulailah dengan memberinya susu dari satu payudara atau setengah botol bila Anda telah menggunakan susu formula. Lalu berikanlah satu atau dua sendok kecil makanan tambahannya. Setelah makan, berikan ia ASI sampai kenyang. Cobalah ini pada siang hari karena saat itu si kecil memang sedang siaga dan lebih kooperatif.

 

Jika ia mulai terbiasa dengan makanan padat, Anda dapat mulai memberi makanan padat lebih dulu, baru kemudian ASI. Sebelumnya berikan air satu sendok sebelum dan sesudah makan. Jangan berikan sirup atau minuman manis karena dapat merusak giginya.

 

Umumnya bayi menyukai rasa manis, oleh karena itu berikanlah sayuran yang manis seperti labu, wortel atau ubi. Bila si kecil tak menyukainya, jangan putus asa. Setelah beberapa kali mencoba, si kecil lambat laun akan menyukai makanan baru tersebut.

 

Sebaiknya Anda membuat makanan pendamping dengan satu rasa agar bayi dapat mengenal dengan baik rasa dari satu jenis makanan. Ia belum dapat mentoleransi berbagai rasa yang dijadikan satu. Buatlah buah-buahan yang dihaluskan seperti papaya, pisang atau jambu. Haluskan dan berikan dengan sendok kecil. Bila Anda ingin memberikan jeruk, pilihlah yang manis dan berikan air perasannya. Selain buah, Anda dapat mulai memberikan bubur susu. Buatlah bubur dari susu dan tepung beras atau tepung kacang hijau. Buatlah dalam porsi kecil terlebih dahulu.

 

Seiring dengan pertambahan umurnya, pemberian makanan pendamping sebaiknya disesuaikan dengan jadwal makan keluarga, yaitu 3 kali makanan pokok (pagi, siang, malam) dan 2 kali makanan selingan (jam 10.00 dan 16.00). ASI diberikan 3 kali yaitu saat bangun pagi, sebelum tidur siang dan malam sebelum tidur.

Comments are closed.