Home | About | Blog

BERMAIN DENGAN BAYI

Posted by in Wednesday, August 26th 2009
Tags:

Yang juga kerap tidak disadari oleh sebagian orang tua, meskipun bayi belum bisa berkata-kata, mereka selalu terus belajar dari waktu ke waktu. Mereka belajar merespon saat ibunya marah atau saat ibunya sedang senang. Semuannya ia rekam dalam otaknya dan mempengaruhi perkembangan emosi, kognitif, dan spiritual dengan bayi.

 

Karena itu banyak peneliti yang menganjurkan agar orang tua memberikan stimulasi yang baik. Misalnya dengan menimang-nimang, tersenyum, mengajaknya ngobrol sampai mengajaknya bermain. Saat bermain itu sebenarnya bayi dan anak tengah belajar menyerap pengetahuan baru dan respon-respon baru.

 

Bermain tidak hanya penting untuk merangsang perkembangan otak anak, tapi juga perkembangan emosi, kognitif, fisik, social dan spiritual anak. Bermain adalah cara alami seorang anak untuk mengenal dirinya dan lingkungannya.

 

Sejumlah penelitian juga menunjukkan bahwa aktivitas bermain di lima tahun pertama kehidupan seorang anak sangat penting dalam mendukung kesuksesannya kelak. Bayi yang diajak bermain akan segera mengembangkan keahliannya memahami lingkungannya, orang lain dan diri mereka sendiri.

 

Penelitian dari Departemen Kesehatan juga menunjukkan bahwa bermain dapat melatih perkembangan otak dan motorik mereka. Anak yang tidak mampu bermain sesuai dengan umurnya kemungkinan besar akan mengalami keterlambatan dalam perkembangan kognitifnya. Orang tua mungkin menganggap remeh kegiatan bermain, tapi sebenarnya inilah saat seorang anak membangun kecerdasannya.

 

Pada dasarnya, seluruh kegiatan yang mendatangkan kesenangan pada seorang anak, apa pun bentuknya, dapat dikategorikan sebagai kegiatan bermain. Entah menggunakan alat atau tidak, sendiri ataupun berkelompok.

 

Untuk bayi yang baru beberapa bulan misalnya, kita bisa mengajaknya bermain dengan selimut, bedak, bantal atau benda-benda yang tidak berbahaya. Orang tua juga bisa menggantungkan kertas atau mainan dengan warna-warni dan musik yang menghibur agar bayi bisa menstimulasi seluruh indera-indera tubuhnya, mengeksplorasi dunia sekitarnya.

Comments are closed.