Home | About | Blog

Stimulasi Sejak Dini

Posted by in Saturday, August 29th 2009
Tags:

Stimulasi adalah kata kunci untuk membuat otak bayi berkembang dengan sempurna. Sel-sel otak bayi sebenarnya terbentuk sejak dia menjadi janin umur tiga-empat bulan dalam kandungan. Setelah lahir perkembangan otak ini tak berhenti hingga anak berusia tiga-empat tahun. Namun, bayi mengalami fase emas sekitar 1-2 tahun.

 

Jumlah sel otaknya tumbuh mencapai miliaran, tetapi belum ada hubungan antar sel. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel otak ditentukan stimulasi lingkungan. Makin sering bayi diajak bermain, bercakap-cakap maka rangsangan yang diterima akan semakin banyak. Dan ujung-ujungnya akan makin kuatlah hubungan antar sel otak dan itu menjadi penyumbang kecerdasan anak.

 

Mengingat perkembangan sel otak bayi tersebut, maka stimulasi terhadap bayi harus dilakukan sejak bayi lahir, bahkan sejak janin enam bulan dalam kandungan. Stimulasi atau rangsangan itu bisa dilakukan tiap hari pada semua system indera (pendengaran, penglihatan, perabaan, pembauan, pengecapan).

 

Eluslah bayi itu sambil bercakap-cakap dengan santun, mendongeng, bernyanyi atau membaca kitab suci. Setiap elusan orang tua pada kaki, tangan dan jari-jari akan merangsang perasaan yang menyenangkan bagi bayi dan balita.

 

Stimulasi sebaiknya juga dilakukan saat memandikan, mengganti popok, menyusui, menyuapi makanan, menggendong, berjalan-jalan, bermain, sampai menjelang tidur. Misalnya dengan mengatakan, “Adik kelak pasti menjadi orang hebat yang suka membantu orang lain.” Ucapan itu selain berdampak baik bagi bayi juga merupakan doa kepada Tuhan.

 

Stimulasi seperti ini harus dilakukan sepanjang hari dalam suasana menyenangkan dan penuh kasih sayang. Ajaklah semua anggota keluarga terlibat untuk bermain-main dan memberikan stimulus pada bayi. Ayah, kakak bahkan juga pengasuh. Mereka harus diajarkan berkata sopan dan tidak marah-marah di depan bayi.

 

Ibu atau pengasuh juga harus peka terhadap isyarat bayi baik lewat mata maupun celotehannya. Mereka tidak boleh memaksakan kehendak jika bayi sudah mulai mengantuk atau bosan dan ingin bermain yang lain. Siapa pun pengasuh bayi itu, maka mereka harus selalu menciptakan rasa aman dan nyaman dan bukannya malah membiarkan bayi sendirian.

 

Kunci dari stimulasi adalah semakin banyak stimulasi yang diterima bayi mulai dari sentuhan, suara, musik, maka akan semakin banyak sinaps (hubungan antar neuron atau sel saraf) yang terbentuk. Dan bila semakin banyak sinaps neuron terbentuk, bayi akan semakin cerdas, mudah mengingat, belajar, bicara berpikir, menghitung dan lebih kreatif.

Comments are closed.