Home | About | Blog

8 Cara Mudah Berkomunikasi Dengan Bayi

Posted by in Tuesday, September 01st 2009

Berbicara dengan bayi atau anak tidaklah mudah, namun hal itu bisa dipelajari. Berikut siasat agar bisa ngobrol dengan si kecil : 

  1. Jadilah pendengar yang baik

Cobalah untuk menjadi pendengar yang sabar dan baik saat anak ingin menceritakan sesuatu hal. Hentikan kegiatan yang sedang Anda lakukan, lalu tataplah sang anak dan dengarkan baik-baik. Ini agar anak merasa dihargai. Anda bisa menggunakan kata-kata seperti ; “Oya, lalu?”, “Wow”, “Wah, hebat sekali”, atau “Bunda mengerti”. 

  1. Jangan memotong pembicaraannya, jangan memaksa

Biarkan anak mengungkapkan perasaannya saat berbicara, apapun ekspresi anak saat itu. Biarkan dia menceritakan kemarahannya, ketakutan, kegembiraannya, atau sekedar berkomentar. Setelah itu dengan lemah lembut mintalah anak giliran mendengarkan perkataan Anda. Ciptakan komunikasi dua arah. 

  1. Berpikirlah seperti anak berpikir

Saat ngobrol dengan anak, jangan gunakan persepsi Anda sebagai orang dewasa. Seberapa pun logis pikiran Anda, bila Anda tidak menggunakan cara pandang anak, maka pembicaraan tidak akan ‘nyambung’. Posisikan diri Anda sebagai anak. Bayangkan betapa sulitnya Anak mengutarakan masalah ini. Maka ini akan menumbuhkan empati dan bisa memberikan reaksi atau komentar yang lebih matang.

  1. Jujur dan jangan frustasi

Seberapa pun Anda marah atau frustasi cobalah menghindari mengucapkan kata-kata yang tidak pantas. Anak akan belajar menjadi pendengar yang baik. Selalu berbicaralah dengan jujur, sang anak akan menghormati kejujuran dan ketulusan. 

  1. Beri dukungan

Bila anak datang kepada Anda dan bercerita itu bukti bahwa ia butuh dukungan dari Anda. Berikan dukungan dan terus bangkitkan motivasinya. Misalnya, saat anak marah karena bajunya kotor akibat terjatuh, Anda cukup mengatakan, “Tidak apa baju kotor, yang penting kakak hari ini kan sudah belajar banyak.” 

  1. Jangan menginterogasi

Usahakan agar anak tidak menguasai pembicaraan dan menghujani anak dengan serentetan pertanyaan saat dia berbuat salah. Bila itu terjadi, anak akan kapok menceritakan masalahnya ke Anda.                                                                                    

  1. Luangkan waktu

Berikan kesempatan anak untuk berbicara dengan Anda. Bila Anda memiliki waktu yang sedikit, Anda harus meningkatkan kualitas komunikasi dengan anak. Jangan biarkan kegiatan bersama seperti nonton bersama, jalan-jalan ke mal, tidak Anda isi dengan percakapan yang membangkitkan motivasi anak. Semua kegiatan bersama itu tidak ada artinya bila Anda sibuk sendiri misalnya saat di mal sibuk mengunjungi toko favorit Anda dan mengacuhkan anak. 

  1. Ringan minta maaf

Bila Anda mengatakan atau melakukan sesuatu yang mungkin tidak seharusnya dikatakan/dilakukan, jangan ragu atau malu meminta maaf pada anak. Akui bahwa Anda hanya manusia biasa yang bisa melakukan kesalahan.

Leave a Reply