Home | About | Blog

Menjadi Sahabat Si Kecil

Posted by in Monday, October 12th 2009

Orang tua merupakan sosok yang paling dekat dengan anak, sehingga biasanya orang tua menjadi figur lekat sedekat sahabat bagi anak. Hubungan kelekatan berkembang melalui pengalaman bayi dengan pengasuhan di tahun-tahun awal kehidupannya.

 

Sebagian besar anak telah membentuk kelekatan dengan pengasuh utama pada usia sekitar delapan bulan dengan proporsi 50% pada ibu, 33% pada ayah dan sisanya pada orang lain. Kelekatan bukanlah ikatan yang terjadi secara alamiah. Ada serangkaian proses yang harus dilalui untuk membentuk kelekatan tersebut.

 

Seorang anak dikatakan lekat, jika memiliki cirri-ciri :

  • Mempunyai kelekatan fisik dengan seseorang (menempel, gendong)
  • Cemas bila berpisah dengan figur lekatnya
  • Menjadi gembira dan lega bila figur lekatrnya kembali
  • Berorientasi pada figur lekat walaupun tidak melakukan interaksi. Anak memperhatikan gerakan, suara dan sebisa mungkin menarik perhatian figur lekatnya.

 

Hubungan yang dibina akan bertahan cukup lama dan memberikan rasa aman walaupun figur lekat tidak tampak dalam pandangan anak. Beberapa penelitian membuktikan bahwa anak yang memiliki figur lekat dengan kualitas kelekatan yang baik akan membawa pengaruh positif dalam proses perkembangannya.

 

Anak menunjukkan kompetensi sosial yang baik pada masa kanak-kanak, lebih popular di kalangan teman sebayanya di prasekolah, juga lebih mampu  membina hubungan persahabatan intens, interaksi yang harmonis, lebih responsive dan tidak mendominasi. Anak dengan kualitas kelekatan yang baik lebih mampu menangani tugas yang sulit dan tidak cepat putus asa.

 

Tips :

 

Miliki aktivitas bersama dengan si kecil, bermain, jalan-jalan, berkebun dan sebagainya. Bila Anda sibuk bekerja, milikilah interaksi yang berkualitas dan berkesan bagi anak. Jika Anda hanya punya akhir pecan untuk anak, manfaatkanlah untuk kegiatan yang dapat mendekatkan Anda dengan anak. Sehingga momen tersebut akan senantiasa ditunggu anak.

 

Hadir dalam kondisi yang dibutuhkan anak, misal saat anak sakit, ulang tahun, awal masuk sekolah dan sebagainya. Kembangkan komunikasi efekfif, berbicara dan mendengarkan dengan proporsional. Hindari terlalu banyak aturan dan kritik berlebihan. Hal ini akan membuat anak tidak nyaman dan menjauh dari Anda.

Comments are closed.